India & Pasar Bajanya Menuju Pemilu

kondisi pasar baja India

Sedikit merujuk pada kondisi pasar baja India minggu lalu, telah kita ketahui bahwa ekspor India menurun sejalan dengan tingginya permintaan baja di negara ini. Selain itu, harga baja India terutama HRC mengalami kenaikan hingga 1000 rupee per tonnya, cukup tinggi bukan?

 

Kondisi Industri Konstruksi India

Oxford Economics menaksir bahwa permintaan rebar (besi beton) dari industri konstruksi akan mengalami kenaikan. Hal ini berkaitan dengan output konstruksi India yang akan naik sekitar 8,1% di tahun 2019 ini. Namun sayangnya, sibuknya industri konstruksi ini sepertinya tidak akan terjadi di awal tahun. Meski banyak proyek telah direncanakan, namun proyek-proyek ini masih sebatas diatas lebaran kertas dan blueprint. Hah? Lalu bagaimana kondisi pasar baja di India? Hal ini disebabkan oleh pemilu di India yang akan berlangsung dari tanggal 11 April hingga 19 Mei, sistuasi yang sangat lumrah untuk dihadapi. Para pemilik proyek lebih memilih untuk menunggu kestabilan situasi politik sebelum mereka memulai proyek mereka. Wah, sama seperti di Indonesia ya!

 

Permintaan Terhadap Long Product

Tetap saja, pedagang-pedagang di India bisa sedikit berlega hati karena memang long product di negara ini sedang meningkat sangat tinggi. Konsumsi long product di India naik sebanyak 11,7% YoY dan berada di angka 51,8 juta ton. Dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 46,4 juta ton, angka tersebut terbilang fantastis, kan? Karena keadaan ini, ekspor India mengalami penurunan sedangkan sebaliknya, impornya mengalami kenaikan. Impor long product naik hinggal 15,1% di tahun 2017 menjadi 765.900 ton. Sedangkan ekspor long product turun sebesar 19,2 juta ton atau setara dengan 1,29 juta ton di tahun lalu. Sebuah penurunan ekspor pertama yang terjadi sejak tahun 2012.

 

Harga Rebar Domestik India

Harga rebar di India di tahun 2018 merupakan harga tertinggi dalam catatan dengan rata-rata 37.342 rupee per ton. Harga yang tinggi ini sebenernya membuat para pemegang saham lebih memilih untuk mengimpor baja dari sumber yang lebih murah. Hal ini membuat rebar India kurang kompetitif di pasar ekspor internasional, jika dibandingkan dengan harga rebar dari CIS dan Turki sejak Agustus lalu. Padahal, dengan meningkatnya aktivitas pasar di Eropa, India harusnya bisa mengambil alokasi volume permintaan long product disana. Sehingga CIS dan Turki lah yang akhirnya menyerbu permintaan-permintaan di kawasan Eropa.

 

Image source: asia.nikkei.com

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *