Afrika Utara dan Potensi Pasar Bajanya

Potensi Pasar Baja di Afrika Utara

Jika pembahasan soal pasar besi baja biasanya berputar pada negara-negara produsen seperti Cina, AS, EU, Turki, dan CIS; kali ini negara-negara di Afrika Utara juga perlu disorot. Potensi pasar baja di Afrika Utara sesungguhnya terlihat sangat menjanjikan.

 

Mesir adalah Kosumen Besi Baja Terbesar di Afrika Utara

Sebanyak 10,7 juta ton, atau sekitar 47% dari total pasar regional, merupakan jumlah baja yang dibutuhkan oleh pangsa pasar di Mesir. Sedangkan di urutan kedua dan ketiga dengan konsumsi baja terbesar, adalah Algeria dan Maroko. Potensi pasar baja di Afrika Utara yang didukung oleh konsumsi baja lokal di negara-negara ini diperkirakan akan terus meningkat, namun pada basis per kapita, kawasan ini agak tertinggal. World Steel Association memperkirakan bahwa di tahun 2017, penggunaan baja per kapita di dunia mencapai rata-rata sebesar 228 kilo. Sedangkan di wilayah Afrika Utara, penggunaan tertinggi tercatat hanya sebesar 156 kilo per kapita untuk negara Algeria. Di Mesir, malah hanya sebesar 112 kilo per kapita. Meski angka-angka ini tampak rendah, para produsen melihat hal ini sebagai peluang untuk menggenjot permintaan di wilayah-wilayah ini dan memaksimalkan potensi pertumbuhan. Namun perlu diingat, pertumbuhan permintaan baja yang difokuskan pada produsen-prosusen otomotif ini juga harus diimbangi dengan pertumbuhan produksi baja lokal. Jika tidak, maka para produsen tersebut akan lebih memilih untuk mengimpor baja jadi dan justru akan menekan permintaan lokal.

 

Long Product adalah Pangsa Pasar Terbesar, tapi Permintaan Flat Product Juga Terus Meningkat

Sektor konstruksi merupakan sektor yang mendorong tingginya permintaan dan potensi pasar baja di wilayah Afrika Utara. Meski tak lagi memiliki pertumbuhan sebesar 6-7% per tahun, sektor ini masih terus tumbuh perlahan. Selain itu, sektor manufaktur juga meningkat dari 1% di tahun 2016 menjadi 3,5% pada tahun 2018. Sektor ini rupanya memberikan kontribusi yang signifikan pada permintaan flat product. Singkat cerita, pangsa flat product dari penggunaan baja secara keseluruhan mencapai 25% tahun lalu, naik dari 20% di tahun 2018. Wow!

 

Maroko Menjadi Pusat Otomotif di Kawasan Afrika Utara

Konsumsi flat product terbesar di Afrika Utara dipegang oleh Maroko dengan jumlah sebesar 28%, sedangkan Algeria merupakan yang terendah dengan jumlah hanya sebesar 10%. Dalam beberapa tahun terakhir, Maroko berhasil meningkatkan produksi mobil dengan tingkat pertumbuhan sebanyak dua digit. Hal inilah yang menyebabkan Maroko menjadi pusat otomotif di kawasan tersebut. Renault salah satunya, telah memiliki pabrik di Maroko sejak tahun 1959. Namun, pembukaan pabriknya di tahun 2012 di Tangier lah yang justru menyebabkan peningkatan produksi yang signifikan. Dalam lima tahun, satu juta kendaraan berhasil diproduksi oleh pabrik tersebut. Produsen lain yang ikut memulai produksinya di Maroko adalah PSA Group, yang akan membuka pabriknya sekitar April-Mei di tahun ini. Produsen ini juga telah menentukan gol mereka untuk memproduksi 100.000 kendaran di tahun ini dan 200.000 di tahun 2020. Pemerintah Maroko juga telah menandatangani perjanjian dengan grup Cina BYD (Build Your Dream) di tahun 2017 yang rencananya akan memproduksi sekitar 100.000 kendaraan per tahun. Namun hingga kini belum ada kejelasan kapan produksinya akan dimulai. Pemerintah Maroko yang makin ambisius juga berencana untuk menarik produsen otomotif keempat dan berencana untuk mencapai produksi sebanyak satu juta kendaraan per tahun 2025. Kondisi ini, tentunya, akan menjadikan Maroko sebagai salah satu dari 15 prdusen mobil teratas di dunia. Bagaimana? Potensi pasar baja di Afrika Utara benar-benar menjanjikan, bukan?

 

Butuh besi? Cek katalog SMS Perkasa, atau hubungi sales kami.

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *