7 Keuntungan Konstruksi Besi Baja

7 Keuntungan Konstruksi Besi Baja

Apakah keuntungan konstruksi besi baja lebih menguntungkan daripada konstruksi dengan material lainnya? Pernahkah pertanyaan tersebut terlintas dipikiran Anda?

Memang, pembuatan konstruksi bangunan baik sipil maupun komersil pasti memerlukan perencanaan yang baik dan detil. Pasalnya, pembuatan konstruksi bangunan tidak memakan biaya yang sedikit dan melalui proses yang rumit. Oleh karena itu, tahap-tahap seperti perancangan arsitektur, pengukuran lahan, estimasi bahan bangunan yang dibutuhkan, perencanaan waktu pengerjaan, hingga pemilihan material yang digunakan memang harus dilakukan dengan sangat seksama. Hal ini tentu bertujuan agar konstruksi bangunan yang dibangun nantinya aman, fungsional, kokoh, dan lebih tahan lama.

Ragam Material untuk Proyek Konstruksi

Saat ini, banyak sekali ragam material yang digunakan dalam proyek konstruksi, seperti besi baja, bambu, kayu, batu bata, beton, semen komposit, tanah liat, bahkan plastik. Di Bali contohnya, sebuah perusahaan konstruksi bernama IBUKU yang diinisiasi oleh Elora Hardy mengusung bambu sebagai material utama struktur bangunannya. Sebuah kota di Yemen bernama Shibam hingga kini masih mempertahankan struktur bangunan-bangunannya yang terbuat dari bata tanah liat, hasil peninggalan dari abad ke-16. Sedangkan di Kanada, Joel German dan David Saulnier berhasil menyelesaikan konstruksi rumah mereka di kawasan Nova Scotia dengan material utama berupa 600.000 botol-botol plastik daur ulang yang diolah menjadi slab plastik.

Pertanyaannya, manakah diantara material-material tersebut yang memberikan keuntungan lebih banyak dalam bidang konstruksi dibanding material lainnya?

7 Keuntungan Konstruksi Bermaterial Besi Baja

Besi baja bisa jadi material alternatif yang patut Anda perhitungakan jika Anda menginginkan bangunan yang kokoh, tahan lama, dan ekonomis. Material besi baja mulai digunakan untuk konstruksi bangunan sejak akhir abad ke-19 dan tetap eksis hingga saat ini. Fakta menariknya, terdapat lebih dari 3500 grade berbeda dari produk besi baja. Nah, besi baja yang kita gunakan akhir-akhir ini merupakan hasil pengembangan material besi baja dalam 20 tahun terakhir, sehingga lebih ringan dan lebih kuat dari kondisi awal saat material ini ditemukan. Ini dia 7 keuntungan dari konstruksi besi baja.

Baja Sangat Fleksibel dan Serbaguna

Sejak pertama kali digunakan dalam pengerjaan konstruksi, baja merupakan material yang sangat digemari ketika besi tuang telah terupgrade menjadi baja karbon. Proyek konstruksi dengan menggunakan material besi baja memiliki pangsa pasar hampir 50% untuk konstuksi apartemen maupun bangunan komersial lainnya di Amerika. Hal ini dikarenakan oleh fleksibilitas baja yang sangat baik untuk dibentuk menjadi apa saja dengan dikombinasikan dengan material lainnya. Iya, benar-benar apa saja. Fleksibilitas ini pula yang membuat baja menjadi pilihan yang menarik untuk konstruksi perumahan. Dengan begitu, para arsitek dan desainer akan dengan mudah merancang bangunan secara artistik tanpa mengabaikan nilai keamanan dan ketangguhan bangunannya.

Kekuatan pada baja juga memungkinkan material ini digunakan untuk struktur bangunan yang membutuhkan lahan yang luas seperti hanggar pesawat terbang, gudang, arena indoor, gedung pencakar langit, maupun lumbung pertanian. Burj Khalifa contohnya, gedung tertinggi di dunia ini memiliki ketinggian mencapai 829.8 meter dan menggunakan beton bertulang dalam strukturnya sebanyak 31.400 metrik ton.

Baja Bersifat Ramah Lingkungan

Sudah pernah tau belum kalau baja adalah material paling bisa didaur ulang didunia? Berdasarkan data statistik Institute of Scrap Recycling Industries (ISRI) di tahun 2015, terdapat sebanyak 73 juta metrik ton baja tua di USA yang didaur ulang pada tahun 2014. Hingga kini, terdapat 80 juta ton baja yang didaur ulang setiap tahunnya, sehingga limbahnya sangat sedikit. Selain itu, sejak tahun 1990, industri baja telah mengurangi intensitas energi per ton baja yang diproduksi sebesar 28% dan emisi CO2 sebesar 35% per ton baja yang dikirim. Selain itu, penggunaan material besi baja dapat mengurangi ancaman penebangan liar terhadap kayu atau hutan. Wah, fakta baja ini mencengangkan, bukan?

Baja Lebih Ekonomis Daripada Kayu

Di tahun 2002, Departemen Perumahan Amerika Serikat membuat studi mengenai perbandingan konstruksi rumah dengan menggunakan material besi baja dan konstruksi rumah dengan menggunakan material kayu tradisional. Dalam jangka pendek, konstruksi rumah dari besi baja memakan biaya 14% lebih banyak daripada konstruksi rumah dari kayu. Namun, dalam beberapa tahun kedepannya, biaya pemeliharaan konstruksi rumah berbasis besi baja jauh lebih rendah dibandingkan dengan pemeliharaan rumah yang terbuat dari kayu. Sejak saat itu, banyak hal mulai dikembangkan sehingga kesenjangan biaya konstruksi besi baja dapat disetarakan dengan biaya pembuatan konstruksi kayu.

Dilansir oleh American Institue of Steel Construction, “ Di tahun 1980, dibutuhkan 10 jam kerja untuk memproduksi 1 ton baja. Namun saat ini, 1 ton baja struktural bisa diproduksi dalam waktu kurang dari satu jam kerja.” Dengan biaya yang sama, tentu saja keuntungan konstruksi besi baja akan jauh lebih banyak. Konstruksi besi baja jelas akan lebih tahan lama dan tidak membutuhkan perawatan, perbaikan, maupun pergantian yang rumit.

Eits tapi ingat, jangan membeli besi baja dengan prinsip asal murah. Kesalahan pemilihan material bangunan yang tidak berstandar nasional—contoh sederhanya seperti besi beton—bisa sangat fatal karena mengakibatkan bangunan cenderung kurang kokoh dan tidak tahan lama.

Perawatan Struktur Baja Lebih Mudah

Iya, tentu saja perawatan konstruksi besi baja akan jauh lebih mudah dan lebih murah. Material besi baja akan lebih tahan terhadap hama, pembusukan, rayap dan faktor-faktor lain yang biasanya dapat menggerogoti material lain seperti kayu dan bambu. Kemampuan konstruksi besi baja dalam mempertahankan kekuatan inilah yang membuat bangunan jadi lebih aman. Setiap bangunan tentu memiliki periode keausan, namun struktur bangunan dengan besi baja bisa tahan lebih lama dari pada struktur yang dibangun dengan material lain. Tanpa kita sadari, kerusakan yang disebabkan oleh jamur maupun rayap sebenarnya bisa berakibat fatal dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit, apalagi untuk bangunan-bangunan komersil seperti gedung perkantoran, apartemen, maupun real estate. Kalau sudah begini, pemilik gedung tentu akan banyak mengalokasikan biaya untu perawatan, perbaikan, maupun pergantian kerusakan.

Waktu Pembangunan Lebih Cepat

Konstruksi yang dibangun dari material besi baja biasanya memakan waktu konstruksi 20-40% lebih cepat, relatif dari lokasi pembangunan dan skala proyeknya. Hal ini terkait juga untuk pembangunan di kawasan dengan medan-medan yang sulit maupun curam. Mengapa begitu?

Besi baja untuk kebutuhan konstruksi dapat dibuat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh kontraktor. Sehingga pada saat besi baja telah selesai diproduksi oleh pabrik, kontraktor dapat merakit dan memasang struktur besi baja dengan mudah. Dibandingkan dengan material-material seperti kayu dan bambu yang harus diukur kembali, dipotong, dan dipasang lagi di lokasi konstruksi untuk ketepatan pembangunan. Hal inilah yang menyebabkan waktu konstruksi dapat dipercepat dan memungkinkan penyelesaian proyek skala besar dalam hitungan beberapa bulan saja. Pengerjaan proyek yang cepat dan tepat waktu tentunya akan mempermudah aktivitas bisnis, sehingga munculnya biaya lain-lain yang tidak terduga bisa ditekan.

Baja Lebih Kuat dan Tahan Lama

Kekuatan dan daya tarik dalam baja karbon membuat konstruksi besi baja lebih mampu menahan berbagai cuaca dan kondisi seperti angin kencang, badai salju, kebakaran, banjir dan aktivitas seismik seperti gempa bumi. Secara alami, sifat besi baja karbon memang lebih tahan terhadap bencana alam. Pada kasus kebakaran contohnya, kerusakan bisa lebih diminimalisir karena besi baja memiliki sifat tahan api. Sehingga dapat dipastikan api akan menyebar lebih lambat pada konstruksi besi baja dibanding dengan material lainnya seperti plastik, kayu, ataupun bambu. Pada kasus gempa bumi, besi baja memiliki daya tarik yang lebih baik dari material lainnya sehingga lebih fleksibel. Oleh sebab itu, saat gempa bumi ataupun guncangan terjadi, stuktur besi baja lebih mampu menahan bangunan dan meminimalisir kerusakan. Sama halnya dalam menahan angin, sifat fleksibel dalam struktur besi baja membuatnya dapat menahan angin kencang dengan baik.

Atas pertimbangan itu, produksi besi baja benar-benar diawasi dengan ketat selama beberapa dekade untuk memastikan kualitas baja yang kuat, aman, dan tahan api.

Rasio Kekuatan Terhadap Berat (Lebih Ringan Daripada Kayu)

Apabila Anda menimbang kayu ukuran 3×5 dengan baja ukuran 3×5, manakah yang lebih berat? Tentu baja akan lebih berat karena kepadatannya. Namun jika membahas soal framing, bagaimanapun desain balok-balok baja yang digunakan akan lebih ringan dari pada desain balok kayu struktural.

American Institute of Steel Construction pernah menyatakan bahwa baja struktural tidak hanya memiliki kekuatan yang lebih baik, namun juga memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang jauh lebih tinggi daripada material lain. Hal ini membuat struktur bangunan lebih ringan, sehingga biaya pembuatannya akan lebih murah. Hal ini juga didukung dengan pernyataan dari American Iron & Steel Institute yang menyatakan bahwa diantara semua material yang pernah digunakan dalam proyek konstruksi, baja adalah material dengan rasio kekuatan terhadap berat yang paling baik. Dengan begitu, komponen-komponen baja yang digunakan akan lebih kuat meski tidak menambah banyak bobot.

Keuntungan konstruksi besi baja yang ringan ini dapat menghemat tenaga kerja, biaya pengiriman, menyederhanakan desain fondasi bangunan, dan tentunya mengurangi anggaran proyek.

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *