Apa Perbedaan Antara HRC dan CRC?

Beberapa pelanggan kami bertanya mengenai perbedaan antara hot rolled steel dan cold rolled steel. Nyatanya, orang-orang terkadang masih awam dengan apa itu baja hitam dan baja putih. Di pasar Indonesia sendiri,  jenis ini sering disebut sebagai hot rolled coil dan cold rolled coil, atau singkatnya HRC dan CRC. Lalu apa bedanya HRC dan CRC? Sebenarnya, perbedaan mendasar antara HRC dan CRC adalah proses pembuatannya. Banyak sekali yang salah kaprah dengan mengira bahwa spesifikasi atau grade dari kedua produk ini berbeda. Padahal sebenarnya sama, hanya saja hot rolled mengacu pada pemrosesan dengan suhu tinggi, sedangkan cold rolled mengacu pada pemrosesan dengan suhu mendekati suhu ruangan dengan diikuti proses anil setelahnya.

Perbedaan Antara HRC dan CRC
Image source: masteel.co.uk

Proses Pembuatan Hot Rolled Coil (Baja Canai Panas)

Plat baja hitam, atau yang lebih kondang dengan nama HRC atau baja canai panas merupakan salah satu produk baja yang cukup populer dibandingkan dengan produk-produk lainnya. HRC dibuat dengan menggiling slab baja dalam suhu tinggi yang berada di atas suhu rekristalisasi baja. Biasanya suhu yang digunakan akan lebih dari 1700°F. Saat slab baja diproses dalam suhu di atas suhu rekristalisasi, maka slab baja akan lebih mudah dibentuk dan dibuat dalam kuantitas yang lebih banyak. Setelah baja digiling untuk mendapatkan ukuran yang diinginkan, lembaran baja akan dipintal menjadi gulungan (coil). Setelah itu gulungan baja (HRC) akan didinginkan pada suhu ruangan.

Nah, pada saat baja didinginkan, pada saat itu pula ukuran baja akan menyusut sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dari sebelumnya. Penyusutan ini memberikan efek ukuran yang tidak seragam pada HRC, sehingga toleransi ukuran HRC cenderung kurang tepat. HRC biasanya memiliki permukaan yang bersisik, oleh sebab itu biasanya dilakukan tahap-tahap pasca produksi untuk menghaluskan permukaannya. Ketidaktepatan ukuran pada HRC ini pula yang membuat harga HRC cenderung lebih murah dari harga CRC.

Keuntungan dan Penggunaan Hot Rolled Coil

HRC memakan biaya lebih rendah dalam proses produksinya dibandingkan dengan CRC. Tentunya ini menjadi nilai positif bagi HRC dipasaran. HRC sangat ideal dalam penggunaan proyek-proyek yang tidak terlalu mementingkan toleransi ukuran, permukaan material, dan kekuatan material secara keseluruhan. Kalaupun pengguna membutuhkan HRC dengan permukaan yang halus, biasanya proses penggilingan akan dilakukan secara terpisah. Sehingga plat baja hitam dapat digunakan maupun dicat atau dilapisi dengan galvanis.

Proyek-proyek yang paling cocok menggunakan HRC adalah proyek yang menggunakan komponen struktural, contohnya seperti jalur kereta api dengan kanal baja INP. Proyek lainnya yang menggunakan HRC adalah peralatan pertanian, bingkai otomotif, dan proyek konstruksi.

Perbedaan Antara HRC dan CRC
Image source: reliance-foundry.com

Proses Pembuatan Cold Rolled Coil (Baja Canai Dingin)

Plat baja putih atau yang biasa disebut dengan CRC, sebenarnya adalah hasil dari proses lebih lanjut terhadap HRC. Slab baja hitam yang telah melalui proses pendinginan akan diproses kembali dalam tahap anil (annealing). Proses annealing ini sendiri merupakan proses pemanasan baja pada temperatur austenit yang ditahan beberapa saat. Kemudian dilakukan proses pendinginan yang dilakukan secara perlahan-lahan sehingga sifat-sifat fisik yang berubah saat proses deformasi dingin baja hitam dapat dikembalikan, begitu juga dengan sifat-sifat mekaniknya. Selain itu, CRC juga akan memiliki peningkatan kekuatan hingga 20% dari proses pengerasan regangan.

Proses annealing ini memberikan beberapa keuntungan pada CRC, diantaranya adalah:

  • Meningkatkan kekuatan tarik sehingga dapat mengurangi biaya perawatan thermal yang biasanya jauh lebih mahal
  • Proses pembubutandan pemolesanakan menghilangkan ketidaksempurnaan permukaan baja karena proses hot rolled, sehingga permukaannya lebih halus dan cenderung berminyak jika disentuh
  • Proses penggilinganakan mengurangi kemungkinan toleransi ukuran, sehingga ukurannya lebih tepat dengan ukuran aslinya
  • Bentuk baja akan lebih presisi dan konsentris dengan tepi dan sudut yang terdefinisi dengan baik
  • Kualitas CRC umumnya lebih baik daripada HRC dilihat dari faktor kualitas permukaan produk, toleransi ukuran, konsentrisitas, dan kelurusan bentuk

Meski keunggulan CRC lebih banyak daripada HRC, namun produksi CRC memang lebih susah dan memakan biaya yang lebih mahal.

Keuntungan dan Penggunaan Cold Rolled Coil

Sifat-sifat fisik yang lebih baik pada CRC sangat menguntungkan jika digunakan dalam proyek-proyek yang membutuhkan ketepatan ukuran, permukaan yang halus, konsentrisitas, dan bentuk yang presisi. CRC biasa digunakan dalam pengerjaan proyek yang mengutamakan estetika dan daya tarik visual. Proses pengerasan regangan dalam CRC memang meningkatkan kekerasa baja, ketahanan terhadap putusnya tegangan, dan ketahanan terhadap deformasi. Namun, hal ini juga menciptakan tekanan internal dalam material CRC, sehingga terkadang menyebabkan lengkungan yang tidak terduga karena sifatnya yang lebih liat. CRC sering diguanakan dalam aplikasi seperti peralatan rumah tangga, perabotan logam, struktural pesawat terbang, sistem atap atau dinding, peralatan listrik dan industri otomotif.

HRC vs CRC, Pakai Yang Mana?

Jawabannya adalah tergantung kebutuhan Anda. Masing-masing dari HRC dan CRC memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika Anda memerlukan komponen struktural besar, kemungkinan besar HRC lah yang Anda butuhkan untuk membuat bagian-bagiannya. Namun jika Anda membutuhkan bagian yang lebih kecil dengan kualitas yang lebih baik dan ukuran yang lebih presisi, maka CRC adalah pilihan yang lebih baik.

Jadi, apakah sejauh ini Anda sudah mengenali perbedaan antara HRC dan CRC?

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *